Merdeka itu Masih Harapan - Agung Firdausi Ahsan

Merdeka itu Masih Harapan

Merdeka itu Masih Harapan

Merdeka, Merdeka, Merdeka !
Itulah kata yang sering kita dengar ketika hampir menjelang tanggal 17 Agustusan di seluruh Indonesia. 67 tahun telah berlalu, tidak terasa kemerdekaan dalam De Jure sudah berumur 67 tahun dari Tahun 1945-2012 dan tidak terasa pula teks Proklamasi juga yang berumur 67 tahun. Sebuah teks sakti yang dibuatpun secara singkat bisa menyelamatkan bangsa dari cengkaraman penjajahan Bangsa Jepang.

Merdeka itu Masih Harapan ?
Pasti anda bertanya “mengapa” ?
Sebelumnya apa sih merdeka itu ?
Merdeka adalah mempunyai hak penuh atas kendali dirinya.
Indonesia memang merdeka dari Penjajahan Jepang sejak tanggal 17 Agustus 1945, tetapi lihatlah Indonesia sekarang ?
Apa sudah merdeka ?
Indonesia memang merdeka secara De Jure tetapi secara De Facto tidak seperti kenyatannya.
Tadi pagi aku buka facebook jam 06.00 WIB tepatnya, disaat itupula semua teman-temanku sibuk dengan update status dengan kata-kata dirgahayu, merdeka, selamat HUT RI dan sebagainya.
Disaat itu pula aku update status dengan kata-kata seperti ini :
“Aku malu akan merayakan kemerdekaan ini, selama Negara ini masih saja sibuk dengan korupsinya di setiap media.
Aku malu merayakan kemerdekaan jika rakyat masih banyak menderita,
Aku malu merayakan kemerdekaan jika kesejahteraan hanya milik orang-orang tertentu,
Aku malu bilang "Merdeka" jika penjajah asing terus mengambil semua Sumber Daya Alam di Negeri Kaya kita ini,
Aku bisa berdoa dan berkata “Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-67”
Semoga perubahan akan yang lebuh baik menghampirimu Indonesiaku dan Dirgahayulah sepanjang masa”
Coba anda lihat sekarang ? Indonesia merana, Indonesia menderita dan Indonesia menangis.
Masih ingat dengan cuplikan lagu ini :
Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa
Lihatlah Indonesia sekarang hampir semua kekayaan di Negeri ini dikuasai oleh perusahaan asing, kita hanya bisa diam dan melihat perusahaan asing mengais kekayaan di Negeri ini, sampai-sampai Rakyat Indonesia menderita gara-gara kekurangan dan kemiskinan yang melanda hampir di pelosok negeri indonesia ini, jika kita bayangkan Negara yang kaya raya ini harus meminta-minta kepada perusahaan asing untuk diberikan sisa-sisa hasil usaha mengeruk kekayaan di Negeri ini, semua itu terbukti dengan adanya UU bahwa setiap perusahaan asing wajib menyisihkan 5% untuk kegiatan bakti sosial di Indonesia.

Kemarin saja kita terpuruk masalah BBM, padahal di Indonesia adalah ladang minyak dan tempat tambang-tambang minyak tetapi kenapa masih mahal ?
Jawabannya yaitu karena semua tambang di Indonesia dikelola oleh perusahaan asing dan hasilnya dijual kepada indonesia pula, anehkan punya sendiri tetapi dibeli sendiri.

Mari kita sadar, jangan bangga dengan iming-iming perusahaan asing yang banyak menginvestigasikan saham di Indonesia, Mereka hanya ingin menguasai pasar dan kekayaan di Indonesia, tidak-kah anda sadar bahwa dari dulu Indonesia menjadi incaran para penjajah karena kekayaan akan rempah-rempah dan sumber alamnya ?
Sampai sekarangpun itu masih terjadi, tetapi menjajahnya dengan cara yang berbeda yaitu dengan cara halus dengan menyamarkan di sector ekonomi.

Selain perusahaan asing saya juga menyebut “Koruptor” di status saya, kenapa ?
Tidakkah anda sadari, menjelang 17 Agustusan masih saja di media menayangkan dan membahas tentang korupsi, apa kita tidak malu ? menjelang hari terbesar Indonesia kita masih membahas korupsi, aneh kan ?
Coba kita bercermin di Negara lain, setiap merayakan Hari Kemerdekaanya atau hari-hari penting lainnya pasti yang ditayangkan di media adalah hasil prestasi dari Negara tersebut bukan konflik atau masalah yang terjadi di Negara tersebut.

Mengapa media sangat penting ?
Media merupakan merupakan perantara antara 1 dengan semua, media sering kali sering membuat sisi psikis orang terpengaruhnya misalnya melihat berita orang meninggal di media, maka kita juga akan merasa sedih. Maka dari itu ketika mau menjelang merayakan hari-hari penting seperti sekarang, hari kemerdekaan Indonesia malah ditanyangkan berita korupsi maka secara otomatis juga membuat psikilogi penerima berita seakan kecewa dengan keadaan negeri ini maka juga akan membuat nilai patriot dan nilai nasionalisme dari penerima media tersebut akan berkurang.

Mungkin itu sedikit tulisan tentang “Merdeka itu Masih Harapan”.
Semoga menjadi sedikit inspirasi dan renungan bagi Anda.

Previous
Next Post »