Struktur Ikatan Atom - Agung Firdausi Ahsan

Struktur Ikatan Atom


Ikatan Ionik 
Suatu logam dikatakan stabil, jika atom  tersebut mempunyai konfigurasi elektron seperti konfigurasi elektron pada gas mulia yaitu terdapat delapan elektron pada skell tea lower (dua elektron bila atom mempunyai hanya satu skell). Jika suatu atom hanya memilki satu elektron pada skell teabar maka ia cenderung melepas elektron tersebut. Dan skell yang lebih ke dalam yang perlakuaannya sudah penuh akan menjadi skell tealoar. Hal ini yang menyebabkan suatu atom menjadi lebih satabil tetapi hal ini juga menyebabkan atom itu kelebihan atom proton (yang bermuatan positif) sehingga atom tersebut akan bermuatan positif dan atom tersebut berubah menjadi ion positif. Sebaliknya bila suatu atom yang memiliki tujuh elektron skell terluarnya maka akan cenderung menerima satu elektron lagi dari luar. Jika hal ini terjadi maka atom tersebut akan bermuatan negatif (karena kelebihan elektron).  Jika kedua atom ini berdekatan maka akan terjadi tarik-menarik karena kedua ion tersebut memiliki muatan listrik yang berlawanan. Ikatan ini disebut juga dengan ikatan ion.

Ikatan Kovalen
 
Beberapa atom dapat memperoleh konfigurasi elektron yang stabil dengan saling meminjamkan elektronnya. Dengan saling meminjamkan elektron dari atom, atom akan memperoleh susunan elektron yang stabil tanpa menyebabkan menjadi bermuatan. Ikatan atom terjadi melalui elektron yang saling dipinjamkan itu. Elektron ini masih memiliki ikatan atom aslinya, tetapi juga sudah terikat atom yang meminjamnya.

Ikatan Logam 
 
Dalam atom juga terjadi saling meminjamkan elektron, hanya saja jumlah atom yang bersama-sama saling meminjamkan elektron valensinya (elektron berada pada skell tealoar) itu tidak hanya antara 2 atom tetapi dalam beberapa atom dalam jumlah yang tak terbatas. Setiap atom menyerahkan elektron valensinya untuk digunakan bersama. Dengan demikian akan ada ikatan tarik-menarik antara atom-atom yang saling berdekatan. Jarak antar atom ini akan tetap (kondisi yang sama). Bila ada atom yang bergerak menjauh maka gaya tarik-menarik akan menariknya kembali seperti semula dan bila bergerak terlalu mendekat maka akan timbul gaya tolak-menolak karena atom bergerak terlalu dekat padahal muatan listriknya sama, sehingga kedudukan atom relatif terhadap atom lain akan tetap. Ikatan seperti ini dinamakan ikatan logam. Pada ikatan ini inti-inti atom terletak beraturan dengan jarak tertentu sedangkan elektron yang dipinjamkan seolah-olah membentuk “kabut elektron” yang mengisi sela-sela inti.
Previous
Next Post »