Movement 101: Mengenal Quartz, Mechanical, dan Automatic pada Jam Tangan

Ilustrasi Movement pada Jam

Dalam dunia horologi, istilah movement sering disebut sebagai jantung jam tangan. Movement adalah mekanisme di dalam jam yang membuat jarum bergerak dan waktu terus berjalan. Meski dari luar jam tangan bisa terlihat mirip, perbedaan movement di dalamnya bisa sangat menentukan karakter, akurasi, perawatan, hingga nilai sebuah jam. Karena itu, memahami movement adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin lebih serius mengenal jam tangan.

Secara umum, movement jam tangan terbagi menjadi tiga jenis utama: Quartz, Mechanical (manual), dan Automatic. Ketiganya memiliki prinsip kerja yang berbeda, kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta segmen pengguna yang juga berbeda. Tidak ada movement yang benar-benar “paling baik”, karena semuanya kembali pada kebutuhan dan preferensi pemakainya.

Quartz: Akurat dan Praktis

Movement quartz bekerja menggunakan baterai dan kristal kuarsa sebagai pengatur getaran waktu. Ketika arus listrik mengalir melalui kristal kuarsa, getaran yang sangat stabil dihasilkan dan diterjemahkan menjadi pergerakan jarum atau angka digital. Inilah alasan mengapa jam quartz dikenal sangat akurat dan minim perawatan.

Kelebihan utama quartz adalah kepraktisan, harga yang relatif terjangkau, dan ketepatan waktu. Namun, bagi sebagian pecinta horologi, jam quartz terasa kurang “hidup” karena minim unsur mekanis dan seni di dalamnya.

Mechanical (Manual): Tradisi dan Seni Mekanik

Movement mechanical manual adalah bentuk paling klasik dalam dunia jam tangan. Jam ini bekerja sepenuhnya menggunakan komponen mekanis, tanpa baterai. Energi disimpan dengan cara memutar crown secara manual, lalu dilepaskan secara perlahan melalui sistem roda gigi dan escapement.

Kelebihan jam mechanical terletak pada nilai historis, keindahan mekanisme, dan pengalaman emosional saat memakainya. Kekurangannya, jam manual membutuhkan perhatian lebih, harus diputar secara rutin, dan akurasinya biasanya kalah dibanding quartz. Namun justru di situlah daya tariknya bagi para pecinta jam klasik.

Automatic: Mekanik yang Lebih Praktis

Movement automatic pada dasarnya adalah jam mechanical yang memanfaatkan gerakan pergelangan tangan untuk mengisi energi. Di dalamnya terdapat rotor yang berputar saat jam dipakai, sehingga pegas utama terisi otomatis tanpa perlu sering diputar manual.

Jam automatic menawarkan keseimbangan antara tradisi mekanik dan kenyamanan modern. Ia tetap memiliki kompleksitas dan nilai seni, tetapi lebih praktis untuk penggunaan harian. Kekurangannya, jam automatic tetap membutuhkan perawatan berkala dan bisa berhenti jika tidak dipakai dalam waktu lama.

Perbedaan Movement Jam Tangan Secara Umum

Perbedaan utama ketiga movement ini terletak pada sumber energi, tingkat akurasi, dan pengalaman pengguna. Quartz unggul dalam akurasi dan kemudahan, mechanical manual unggul dalam nilai seni dan tradisi, sementara automatic berada di tengah sebagai pilihan yang seimbang. Memahami perbedaan ini membantu kita memilih jam tangan yang paling sesuai dengan gaya hidup dan cara kita memandang waktu.

Penutup: Movement dan Karakter Jam Tangan

Movement bukan hanya soal mesin, tetapi soal karakter. Jam quartz mencerminkan efisiensi dan kepraktisan, jam mechanical mencerminkan kesabaran dan apresiasi terhadap seni, sementara jam automatic mencerminkan keseimbangan antara keduanya. Dengan memahami dasar-dasar movement, kita tidak hanya memilih jam berdasarkan tampilan, tetapi juga berdasarkan cerita dan nilai yang ada di dalamnya.

Posting Komentar

0 Komentar