Pada masa ketika dunia blogging mulai tumbuh dan saling terhubung, ada satu nama yang cukup dikenal oleh para blogger, yaitu Technorati. Bagi sebagian orang mungkin terdengar asing, tetapi bagi para blogger aktif, Technorati bukan sekadar situs biasa. Ia berfungsi sebagai direktori blog, tempat berbagai blog dari seluruh dunia dikumpulkan, dikategorikan, dan saling terhubung.
Dengan mendaftarkan blog ke Technorati, sebuah blog tidak lagi berdiri sendirian. Ia masuk ke dalam jaringan yang lebih luas. Di sana, blogger bisa saling bertukar tautan, memperkenalkan tulisan mereka ke audiens baru, dan tentu saja—meningkatkan jumlah pengunjung. Singkatnya, Technorati menjadi semacam “pintu masuk” agar blog kita lebih mudah ditemukan oleh dunia luar.
Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah email dari Technorati. Isinya cukup membuat saya tersenyum, karena email tersebut menandakan bahwa proses pendaftaran blog saya hampir selesai. Tinggal satu langkah lagi: klaim kepemilikan blog.
Dalam email tersebut dijelaskan bahwa Technorati perlu memverifikasi apakah saya benar-benar penulis dari blog yang saya daftarkan. Caranya cukup unik: mereka memberikan sebuah kode khusus (claim token) yang harus dipasang di blog. Kode inilah yang menjadi bukti bahwa blog tersebut memang berada di bawah kendali kita, bukan milik orang lain.
Kurang lebih isi emailnya seperti ini:
Technorati akan memverifikasi bahwa Anda adalah penulis dari blog dengan cara mencocokkan kode unik yang telah kami berikan. Setelah verifikasi berhasil, blog Anda resmi terdaftar dan diakui di Technorati.
Membaca email tersebut rasanya seperti berada di ambang pintu—tinggal melangkah sedikit lagi untuk membuat blog saya “resmi tercatat” di sebuah direktori blog internasional. Sebuah proses sederhana, tetapi memberi kesan bahwa blog yang selama ini kita kelola dengan tulisan, ide, dan waktu, akhirnya mendapat pengakuan.
Menariknya, di Technorati kita memang bisa mengklaim kepemilikan blog secara resmi. Setelah klaim berhasil, blog kita akan tampil sebagai blog yang terverifikasi. Bukan sekadar alamat di internet, tetapi sebuah identitas yang diakui.
Mungkin terdengar sepele, namun bagi seorang blogger, pengakuan semacam ini punya makna tersendiri. Ia menjadi bukti bahwa blog bukan hanya tempat menulis untuk diri sendiri, tetapi juga bagian dari ekosistem pengetahuan dan percakapan global.
Singkatnya, Technorati bukan hanya soal statistik atau pengunjung. Ia tentang keberadaan, tentang bagaimana sebuah blog kecil bisa berkata: “Saya ada, saya menulis, dan saya bagian dari dunia ini.” 😄



0 Komentar
Terima Kasih Atas Kunjungan & Komentar Anda di Agung Blog