Selamat Ulang Tahun Teman Hidupku


Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan kepada angin yang mendesau entah dari mana.

Dalam doaku sore kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu.

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku.

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu,
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Selamat Ulang Tahun Sayang,
Terima kasih telah menemaniku selama ini, terima kasih telah meluangkan waktu banyak untukku, terima kasih untuk semua yang kamu lakukan untukku sayang, maafkan aku jika aku sering membuat kamu bersedih, membuat kamu menangis membuat kamu kepikiran siang malam karena aku selalu sibuk dan tidak ada kabar untuk kamu sayang.

Aku mencintaimu dengan segala kekuranganku Sayang.
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments

Terima Kasih Atas Kunjungan & Komentar Anda di Agung Blog ConversionConversion EmoticonEmoticon